MUNTOHAROH MUSLIMAH
1310101012
EKONOMI PEMBANGUNAN
RINGKASAN
STANDAR MONETER
A. Pengertian Standar Moneter
Standar moneter adalah sistem moneter yang didasarkan
atas standar nilai uang, termasuk di dalamnya peraturan tentang ciri dan atau sifat-sifat
dari uang, pengaturan tentang jumlah uang yang beredar, baik logam maupun
kertas, ekspor dan impor logam mulia serta fasilitas bank dalam hubungannya
dengan demand deposit, yang artinya bahwa uang merupakan alat pembayaran yang
sah untuk melakukan segala transaksi ekonomi. Tanpa uang kita akan kesulitan
dalam bertransaksi di masyarakat, dan ternyata jumlah uang yang beredar pun
mempengaruhi kemakmuran masyarakat suatu negara.
Pada dasarnya pengertian dari Standar juga dapat
dipaparkan sebagai suatu kesepakatan-kesepakatan yang telah didokumentasikan
yang di dalamnya terdiri dari spesifikasi-spesifikasi teknis atau
kriteria-kriteria yang akurat yang digunakan sebagai peraturan, petunjuk, atau definisi-definisi
tertentu untuk menjamin suatu barang, produk, proses, atau jasa sesuai dengan
yang telah dinyatakan.
v Standar uang dibedakan menjadi dua macam, yaitu
sebagai berikut.
o Standar kertas, adalah sistem keuangan di mana uang
kertas berlaku sebagai alat tukar/alat pembayaran yang sah dan tak terbatas,
akan tetapi tidak ditukarkan dengan emas dan perak pada bank sirkulasi.
o Standar logam (metalisme) yang dibedakan menjadi dua, yaitu
monometalisme dan bimetalisme.
o Monometalisme (standar tunggal) merupakan sistem
standar moneter yang menggunakan standar uangnya berupa satu buah logam mulia,
bisa emas maupun perak.
o Bimetalisme merupakan sistem standar moneter yang
didasarkan pada dua logam.
B. Macam-Macam Standar Moneter
a)
Standar barang (commodity
standard)
barang adalah sistem moneter di mana nilai
uang dijamin sama dengan berat tertentu barang (emas atau perak). Setiap nilai
uang yang beredar dijamin dengan barang tertentu yang ditetapkan oleh
pemerintah.
Standar barang ini
diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
1) standar emas (the gold
standard),
2) standar perak (the silver
standard),
3) standar kembar (emas dan
perak).
b)
Standar kepercayaan (faith
standard) atau standar kertas
Untuk lebih jelasnya,
berikut ini dapat kamu simak penjelasan masing-masing sistem moneter beserta
kebaikan dan keburukannya.
Standar emas diartikan
sebagai suatu sistem moneter di mana suatu negara bebas memperjualbelikan emas
dengan harga yang pasti. Di samping itu, negaranya juga mengizinkan seseorang
untuk mengimpor dan mengekspor emas tanpa batas.
·
Kebaikan Standar Emas yaitu sebagai
berikut :
-
Acceptability, artinya
masyarakat menerima emas dan uang yang didasarkan atas emas karena kegunaan
dari logam ini.
-
A chek on inflation and
deflation, artinya dapat mencegah timbulnya inflasi (kenaikan harga secara
terus-menerus) dan deflasi (penurunan harga secara terus-menerus).
-
Automatic limitation on
medium of exchange, artinya persyaratan minimum cadangan emas untuk uang kertas
yang diciptakan dan deposito bank dapat menekan secara otomatis pada kelebihan
pencetakan uang kertas dan kredit bank.
-
Basic of international money
system, artinya diterimanya uang kartal secara umum yang didasarkan pada emas
dan karena nilainya yang stabil sehingga uang dipakai sebagai nilai standar
internasional serta sebagai alat penukar.
-
Stimulus to international
investment and trade, artinya standar emas dapat menggairahkan perdagangan
internasional dan investasi.
-
Uniform international price
system, artinya dapat membentuk harga internasional dari kegiatan ekspor dan
impor emas di pasar bebas dan secara otomatis dapat membuat penyesuaian pada
harga-harga internasional.
·
Keburukan Standar Emas yaitu
sebagai berikut :
-
Kepercayaan terhadap uang
timbul hanya bila kepercayaan itu diperlukan, karena selama resesi kepercayaan
terhadap uang hancur, sehingga permintaan masyarakat terhadap emas untuk uang
dan deposito bank menghabiskan cadangan logam yang dimiliki pemerintah dan
memaksa untuk meninggalkan standar emas ini.
-
Jika standar emas
ditinggalkan, berarti tidak ada lagi pembatasan secara otomatis pada penawaran
uang dan deposito.
-
Standar emas tidak otomatis
seperti yang kita tuntut atau kita percayai, dan harapan penyesuaian harga
internasional tidak akan terjadi.
-
Pengumpulan cadangan emas
tanpa memandang perkembangan dunia usaha yang bersangkutan akan menimbulkan
spekulasi dan berakibat nilai uang jatuh.
-
Selama kadar emas tetap pada
setiap satu-satuan moneternya akan menjamin stabilitas pertukaran dan
perdagangan luar negeri, tetapi tidak menjamin keseimbangan harga di dalam
negeri.
Di dalam Standar Perak yaitu terdapat :
a. The Silver Coin Standars
b.
The Silver Bullion Standard
c.
The Managed Silver Bullion Standard
d.
The Silver Exchange Standard
Standar kembar artinya suatu negara menggunakan dua
logam sebagai logam standar, misalnya emas dan perak dengan perbandingan
tertentu di antara kedua macam standar tersebut.
·
Kebaikan standar kembar di antaranya sebagai berikut.
-
Kurang memadainya penyediaan emas sebagai uang dan
kredit, mendorong dipakainya standar logam kembar.
-
Dapat menciptakan kestabilan nilai uang daripada
standar tunggal yang didasarkan atas emas.
-
Nilai dari cadangan emas juga akan lebih stabil karena
produksi emas dan perak berubah-ubah dalam arah yang berlainan.
Sedangkan keburukan standar kembar yaitu adanya Hukum
Gresham. Sebagai jawaban untuk mengatasi agar tidak terjadi kenyataan yang
dikemukakan oleh Gresham dinamai dengan istilah Hukum Newton.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar