BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang penting baik negara yang
sudah maju maupun negara-negara yang sedang berkembang. Bagi negara maju,
pendidikan digunakan sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas hidup para
warga negaranya. Sedangkan bagi negara-negara yang sedang berkembang,
pendidikan dilaksanakan sebagai upaya untuk mengejar ketertinggalan mereka
dikancah internasional sehingga mereka dapat disejajarkan dengan negara-negara
maju.
Namun, pendidikan baik di negara maju maupun negara
yang sedang berkembang bukanlah tanpa masalah. Negara-negara seperti Inggris,
Amerika Serikat, Jepang, yang tergolong maju juga masih memiliki masalah
mengenai pendidikan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Apalagi dengan
negara yang sedang berkembang. Dengan segala kekurangannya, negara yang
sedang berkembang juga memiliki masalah pendidikan yang semakin kompleks.
Melalui perbandingan pendidikan dapat diketahui apa
sebenarnya masalah-masalah yang membelit dunia pendidikan di negara-negara maju
dan juga negara-negara yang berkembang. Perbandingan itu tentunya akan menjadi
refleksi dari sistem pendidikan di Indonesia sendiri. Oleh karena itu, menarik
untuk dikaji, apa sebenarnya masalah-masalah pendidikan yang terjadi di
negara-negara tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Apa problem pendidikan yang terjadi di negara maju?
2. Apa problem pendidikan yang terjadi di negara berkembang?
BAB II
Pembahasan
A. Problem Pendidikan di Negara Maju
Pendidikan di negara-negara maju bukannya
tidak mengalami masalah. Seperti halnya di negara-negara berkembang ada
beberapa masalah yang dihadapi oleh pendidikan di negara-negara maju. Sebagai contoh
negara-negara maju yang mengalami beberapa masalah di bidang pendidikan antara
lain Inggris, Jepang, Amerika Serikat dan Turki.
1. Inggris
Ada beberapa masalah pendidikan di Inggris yang cukup
mendapatkan perhatian dari kalangan pemerhati pendidikan di sana. Persatuan
Guru Nasional Inggris dan Wales mengemukakan ada beberapa masalah
kependidikan yang dihadapi oleh pendidikan Inggris. Masalah-masalah tersebut
antara lain[1]:
a. The relationship between education and
employment and preparation for the transition from school to work.
Masyarakat Inggris berpandangan bahwa tugas pokok
sekolah adalah membantu siswa memecahkan masalah. Termasuk di dalamnya yaitu
membantu siswa memecahkan masalah transisi dari sekolah menuju dunia kerja.
Masyarakat Inggris menghendaki adanya fungsi nyata dari lulusan suatu sekolah
dalam arti bagaimana lulusan tersebut dapat didayagunakan dalam dunia kerja.
Mereka menginginkan adanya hubungan antara lingkungan pendidikan dengan dunia
kerja. Oleh karenanya, sekolah diharapkan dapat menjalin kerjasama dengan
perusahaan-perusahaan, holding company dan sebagainya.
b. A commitment to life-longeducation
Pendidikan di Inggris tengah berupaya agar prinsip
pendidikan sepanjang hayat (long life education) dapat terlaksana.
Upaya ini dilakukan agar mereka yang sudah berusia lanjut juga terus
mendapatkan pendidikan. Hal ini dikarenakan ada sebagian orang-orang lanjut
usia yang pada masa kanak-kanaknya kurang mengenyam pendidikan. Dengan adanya
usaha ini diharapkan adanya pemerataan pendidikan baik muda maupun tua sesuai
dengan prinsip long life education.
c. The expansion of educational facilities
Salah satu resiko dari pengembangan sarana pendidikan
adalah biaya yang dikeluarkan akan semakin banyak. Apalagi di era arus
informasi dan teknologi yang semakin hari semakin berkembang dengan cepat
sehingga membutuhkan sarana pendidikan yang dapat disesuaikan dengan
perkembangan zaman. Hal ini agar pendidikan Inggris tidak ketinggalan zaman.
Dampak dari pengembangan sarana pendidikan
berteknologi tinggi, akan mengurangi tenaga kerja guru itu sendiri.
Akibatnya banyak guru-guru yang akan menganggur. Namun di lain pihak
apabila fasilitas tidak terpenuhi atau kurang maka akan menimbulkan hambataan
belajar sehingga kurang optimalnya proses belajar siswa. Hal ini juga akan
berdampak pada ekonomi Inggris di masa mendatang.
d. Teacher education for tomorrow
Pendidikan guru juga merupakan masalah yang harus
diperhatikan. Sistem dan metode pengajaran hendaknya dapat memenuhi permintaan
masyarakat yang menginginkan hasil yang bagus. Untuk menangani masalah
tersebut, pendidikan profesi keguruan di Inggris dipersiapkan secara matang
selama 4 tahun. Melalui pendidikan tersebut, guru diharapkan dapat menjelaskan
tentang kenyataan hidup dalam masyarakat plural yang multirasial dan
multikultural.
2. Jepang
Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang
digolongkan sebagai negara maju. Akan tetapi, sebagai negara maju Jepang juga
mengalami beberapa masalah mengenai kependidikan. Adapun permasalah
kependidikan yang dialami Jepang adalah sebagai berikut:[2]
a. Hubungan antara program kependidikan di lembaga-
lembaga kependidikan dengan dunia kerja
Masalah ini justru datang dari para lulusan perguruan
tinggi. Para lulusan perguruan tinggi cenderung memilih untuk kerja di lembaga
pemerintahan. Hal ini berbanding terbalik dengan usaha pemerintah yang ingin
melakukan pengurangan pegawai negeri. Dengan kondisi yang demikian, maka akan
terjadi banyak pengangguran intelektual dari lulusan universitas.
Pendidikann Jepang menitikberatkan pada ahli
teknologi tinggi demi memenuhi kebutuhan masyarakat modern, akibatnya terjadi
dehumanisasi dengan banyaknya tuntutan dari para pencari kerja, terutama dari
kalangan non teknis. Salah satu upaya penanganan tersebut maka perlu adanya
sekolah atau pendidikan yang dapat membangun pertumbuhan tenaga kerja
intelektual yang terampil dan professional di bidang usaha swasta
b. Persiapan menghadapi masa peralihan dari masa
sekolah ke masa kerja serta masa hidup bermasyarakat.
Sesuai dengan keadaan pada poin a, maka perlu adanya
persiapan peralihan dari dunia pendidikan menuju dunia kerja serta hidup di
masyarakat. Di Jepang, masa peralihan terjadi pada pendidikan sekolah menengah
atas dan perguruan tinggi. Bagi mereka lulusan sekolah kejuruan tidak begitu
menimbulkan permasalahan, karena mereka telah dibekali keahlian sesuai dengan jurusan
masing-masing sehingga keterampilan mereka dapat digunakan dalam dunia kerja.
Sedangkan bagi lulusan sekolah umum dan perguruan tinggi hendaknya ada suatu
strategi khusus guna menyiapkan lulusan tersebut agar dapat memiliki daya guna
di masyarakat.
c. Pendidikan seumur hidup
Pemberian kesempatan belajar di lembaga non-formal
perlu diperhatikan agar konsep pendidikan seumur hidup dapat terlaksana. Aspek
lainnya yaitu kerjasama antara orang tua, guru dan siswa dalam proses
pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat memantau perkembangan siswa baik itu di
sekolah maupun di rumah.
d. Perluasan fasilitas dan pelayanan kependidikan
dalam menghadapi bertambahnya hambatan ekonomi
Masalah ini dikarenakan di Jepang juga terjadi
pemusatan pemukiman di kota atau urbanisasi. Dampak dari urbanisasi tersebut
dalam kependidikan adalah kurang tersedianya sarana gedung sekolah, karyawan
administratif kependidikan serta penanganan siswa yang tidak tertampung di
sekolah. Dengan begitu maka biaya yang harus dikeluarkan pemerintah juga
semakin besar.
Adapun instansi yang menangani pembiayaan pendidikan
adalah pemerintah pusat, pemerintah daerah serta badan-badan lain. Dari ketiga
instansi tersebut pemerintah daerah adalah instansi yang paling besar dalam
menanggung pembiayaan pendidikan.
e. Penyediaan tenaga guru yang lebih bermutu untuk
mempersiapkan anak didik menghadapi masyarakat masa depan yang semakin kompleks
Pendidikan Jepang mengusahakan agar para siswa yang
cerdas dan pandai tertarik pada profesi guru. Tugas pokok guru di Jepang adalah
membentuk karakter para siswa. Beberapa lembaga pendidikan guru
perlu ditingkatkan mutu dan arah pengembangannya pada pendidikan karakter.
f. Pemerataan dan efektivitas pendidikan
Penerimaan untuk bersekolah harus didasarkan hanya pada
faktor kemampuan individual anak, bukannya pada status sosial orang tuanya.
Siswa yang berkemampuan rendah pun harus diberi pendidikan sama dengan
berkemampuan tinggi, agar tidak terjadi jurang pemisah yang semakin melebar
dalam masyarakat masa depan.
3. Amerika Serikat
Amerika Serikat adalah negara adikuasa dari beberapa
aspek. Pendidikan di Amerika Serikat pun juga tergolong maju. Terbukti banyak
universitas dan perguruan tinggi di AS yang menjadi tujuan favorit untuk
melanjutkan studi. Universitas itu antara lain UCLA, Boston College, Yale
University, Harvard University dan lain-lain.
Namun pendidikan di Amerika Serikat juga tidak
terlepas dari masalah. Washington Post pada tahun 2011 mengemukakan ada dua
problem yang terjadi pada pendidikan di Amerika Serikat. Pertama, sesuai
laporan dari Organization of Economic Cooperation and Development (OECD),
menunjukkan adanya penurunan tingkat lulusan pemuda dewasa pada perguruan
tinggi. Sedangkan yang kedua adalah meningkatnya jumlah pinjaman para mahasiswa
yang melebihi batas tempo.[3]
Menurut Dr. James M. Lindsay[4],
ada beberapa sebab yang menjadikan turunnya tingkat kelulusan di perguruan
tinggi serta meningkatnya jumlah pinjaman yang dilakukan oleh mahasiswa. Salah
satu penyebabnya adalah semakin meningkatnya biaya pendidikan di perguruan
tinggi. Banyak mahasiswa yang membiayai kuliah dengan mengandalkan pinjaman
sebagai investasi dalam bentuk human capital. Namun apabila jumlah pinjaman
tersebut meningkat tajam serta banyak yang habis jatuh temponya maka juga akan
menjadi masalah.
4. Turki[5]
Menurut informasi ada beberapa masalah yang menjadi permasalahan di Turki. Masalah dasar
dari sistem pendidikan tinggi di Turki adalah sebagai berikut:[6]
a. Jumlah siswa dengan gelar doktor di universitas tidak
cukup karena siswa tidak didorong untuk mengejar gelar doktor dan bekerja di
universitas.
b. Universitas di Turki kurang memperhatikan masalah
masyarakat dan telah gagal untuk mengembangkan kerjasama dengan lembaga-lembaga
negara dan lembaga swadaya masyarakat pada isu-isu seperti pendidikan,
perawatan kesehatan, energi, pertanian dan jasa kota.
c. Program pendidikan di perguruan tinggi tidak siap
untuk memenuhi kebutuhan sektor usaha, ini berarti ada ketidakharmonisan antara
siswa memperoleh keterampilan di universitas dan ketrampilan yang dituntut oleh
kalangan bisnis.
d. Lembaga pendidikan tinggi di Turki juga gagal
memberikan dukungan yang cukup untuk pembangunan ekonomi negara.
e. Universitas Turki tertinggal di belakang perkembangan
dunia mengenai lisensi dan transfer teknologi.
f. Kebanyakan anggota staf akademik di universitas
tidak dilengkapi dengan pengetahuan pedagogis.
B. Problem Pendidikan Negara Berkembang
Negara-negara berkembang merupakan negara yang baru
memulai untuk bangkit mengadakan pembangunan di berbagai aspek baik itu
ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lain-lain. Dengan
demikian ada beberapa ciri dari negara berkembang yaitu:
1. Secara politis, pada umumnya baru mengalami
kemerdekaan atau lepas dari penjajahan
2. Secara ekonomi, pada umumnya miskin dan masih sangat
bergantung pada alam
3. Secara demografis, pada umumnya padat penduduk, dengan
tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi
Beberapa hal di atas sangat berpengaruh terhadap kebijakan
yang diambil pemerintah dalam pembangunan. Hal ini pun berdampak pada sistem
pendidikan nasional.
Seperti halnya
negara maju, negara berkembang memiliki berbagai masalah pendidikan yang
semakin kompleks. Yang dimaksud kompleks adalah karena dari segi ekonomi dan
teknologi, negara yang berkembang memang ketinggalan. Dengan berbagai
ketertinggalannya tersebut mengakibatkan masalah yang timbul di dunia
pendidikan pun semakin kompleks.
Berikut ini
adalah contoh-contoh negara berkembang yang mengalami persoalan-persoalan
pendidikan:
1.
India
Ada beberapa
masalah pendidikan yang dialami India saat ini. Permasalahan pendidikan di
India banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor.
a. Faktor
ekonomi, banyak siswa di India yang tidak dapat melanjutkan studi karena
masalah biaya.
b. Faktor social,
ada anggapan bahwa wanita terutama di pedesaan tidak memerlukan pendidikan,
lebih baik menjadi ibu rumah tangga saja
c. Faktor sistem
pendidikan, banyak siswa menengah atas yang tidak bisa melanjutkan pendidikan
karena kurangnya daya tampung yang disediakan oleh universitas. Selain itu,
pendidikan pemerintah juga kurang memenuhi standar dibandingkan pendidikan
swasta. Ada juga kasus, banyaknya mahasiswa yang menganggur karena tidak
mendapatkan pekerjaan.
d. Faktor
kedisiplinan guru, ada beberapa kasus di India banyak guru-guru yang sudah
difasilitasi oleh pemerintah tidak menjalankan tugasnya dengan semestinya.
2.
Pakistan
Pakistan sebagai
negara Islam yang berkembang memiliki beberapa masalah pendidikan. Menurut
data dari UNESCO, penyelesaian studi pada pendidikan dasar di Pakistan
yaitu 33,8% pada wanita dan
47,18% pada laki-laki.[8] Hal
ini menunjukkan tingkat kelulusan pendidikan dasar di Pakistan sangat rendah.
Setidaknya ada 6
masalah pokok yang menjadi persoalan terjadi di Pakistan. Masalah-masalah
tersebut yaitu:
a. Faktor kemiskinan
b. Kesenjangan
antar daerah
c. Diskriminasi
gender
d. Kurangnya
pendidikan yang bersifat teknis, sehingga banyak lulusan yang tidak
mempunyai skill yang mumpuni
e. Kurangnya
alokasi dana dari pemerintah
f. Kurangnya tenaga
pendidik atau guru yang professional
Dari
contoh-contoh di atas dapat dilihat bahwa permasalahan pendidikan yang terjadi
di Negara berkembang disebabkan oleh faktor ekonomi. Siswa tidak melanjutkan
pendidikannya karena tidak memiliki biaya. Selain itu, kurangnya dana juga
menyebabkan kurang tersedianya sarana prasarana serta teknologi yang memadai.
Apalagi di era globalisasi saat ini yang berdampak pada semakin cepatnya arus
informasi dan teknologi. Jika sekolah tidak siap menghadapi globalisasi maka
ketertinggalan yang akan terjadi.
Masalah sosial
seperti gender juga terjadi di dunia pendidikan Negara-negara berkembang,
banyak wanita yang putus sekolah karena dipandang tidak perlu pendidikan
tinggi. Mereka beranggapan bahwa wanita nantinya hanya menjadi ibu rumah
tangga.
Peningkatan
kualitas guru juga menjadi masalah penting yang harus dibenahi oleh
negara-negara berkembang. Pendidikan dan pelatihan menjadi guru professional
menjadi sangat penting bagi negara-negara berkembang. Hal ini dikarenakan guru merupakan ujung tombak
pendidikan nasional.
Menurut Tadjab
dalam bukunya Perbandingan Pendidikan ada beberapa hal mendasar yang
menjadi persoalan pendidikan di negara berkembang. Setidaknya ada tiga masalah,
yaitu:
1. Peningkatan pendidikan guru
Banyak negara-negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin yang kekurangan guru.
Sebagian besar dari guru-guru tersebut kurang memiliki kompetensi yang memadai
sebagai guru yang professional sehingga peningkatan melalui pendidikan dan pelatihan
guru merupakan tugas utama negara
berkembang.[9]
2. Sistem
tradisional yang ditinggalkan
Negara-negara berkembang biasanya memiliki kebudayaan
yang menjadi produk unggulannya. Namun seiring
perkembang zaman kebudayaan tersebut mulai diabaikan dan beralih ke sektor
modern. Pengabaian kebudayaan tersebut justru akan semakin menjatuhkan
pendidikan, sehingga isu menipisnya karakter siswa mencuat akhir-akhir
ini.
3. Sistem sekolah
yang banyak meng-impor dari luar negeri
Beberapa negara berkembang terutama negara jajahan
mewarisi model pendidikan para penjajahnya. Hal ini terjadi di beberapa
negara-negara Afrika dan Asia, yang mengadopsi model-model pendidikan seperti
Perancis dan Inggris.
BAB III
PENUTUP
Simpulan
Negara-negara di
dunia selalu berupaya untuk memajukan negaranya melalui sistem pendidikan.
Namun usaha tersebut bukanlah tidak mengalami hambatan. Hambatan tersebut tidak
hanya di alami oleh negara-negara yang sedang berkembang namun juga
negara-negara yang notabene sudah maju seperti Inggris, Jepang, AS dan
lain-lain.
Masalah yang di
alami oleh sebagian negara maju antara lain, persoalan transisi, pemerataan,
program long life education, pendidikan guru serta keefektivan
penambahan fasilitas. Amerika Serikat sebagai negara super power juga mengalami
masalah pendidikan terutama pendidikan di perguruan tinggi yang semakin mahal.
Sedangkan Turki sebagai negara Islam modern mengalami berbagai masalah di
universitasnya.
Sedangkan dari
Negara yang berkembang terjadi permasalahan pendidikan yang lebih kompleks.
Sebagian besar permasalahan pendidikan yang terjadi di negara berkembang
disebabkan oleh faktor ekonomi. Hal ini terlihat banyaknya siswa tidak
melanjutkan pendidikannya. Selain itu, kurangnya dana juga menyebabkan kurang
tersedianya sarana prasarana serta teknologi yang memadai.
Peningkatan
kualitas guru merupakan masalah utama yang harus dibenahi oleh negara-negara
berkembang. Pendidikan dan pelatihan menjadi guru profesional menjadi sangat
penting bagi negara-negara berkembang. Hal ini dikarenakan guru merupakan ujung
tombak sistem pendidikan.
Masalah sosial
seperti gender masih kerap terjadi di dunia pendidikan negara yang berkembang.
Sebagian dari wanita-wanita itu putus sekolah karena dipandang tidak perlu
mengenyam pendidikan. Masyarakat sosial di negara-negara berkembang
beranggapan bahwa wanita nantinya hanya menjadi ibu rumah tangga sehingga
pendidikan dipandang tidak begitu penting.
Jika dicermati
ada beberapa persamaan permasalahan yang terjadi antara negara maju dengan
negara berkembang. Contohnya, masalah peningkatan guru. Setiap negara menyadari
bahwa guru merupakan sosok penting dalam dunia pendidikan sehingga perlu adanya
usaha peningkatan kualitas guru. Baik negara maju maupun berkembang sedang
berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas guru agar pendidikan semakin maju.
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Tadjab,
1994, Perbandingan Pendidikan: Studi Perbandingan tentang Beberapa
Aspek Pendidikan Barat Modern, Islam dan Nasional, Surabaya : Karya
Abditama
Internet
http://blog.uin-malang.ac.id/burhannudin/2011/05/19/konsep-pendidikan-di-inggris-jepang-dan-negara-kita-indonesia-bagaimanakah-perbedaannya/ diunduh Kamis, 1 Maret 2012 jam 23:42 WIB
http://globalpublicsquare.blogs.cnn.com/2011/09/13/americas-college-education-problem/ diunduh
Kamis, 1 Maret jam 23:43 WIB
http://www.todayszaman.com/newsDetail_getNewsById.action?load=detay&link=180256 diunduh Sabtu 3 Maret 2012 jam 01:08 WIB
Diunduh Minggu 4 Maret 2012 jam 17.50 WIB
http://www.indiaeducations.com/india-education-problem/india-education-problem.htmldiunduh Minggu,
4 Maret 2012 jam 17:55 WIB
[1] http://blog.uin-malang.ac.id/burhannudin/2011/05/19/konsep-pendidikan-di-inggris-jepang-dan-negara-kita-indonesia-bagaimanakah-perbedaannya/
[2] http://blog.uin-malang.ac.id/burhannudin/2011/05/19/konsep-pendidikan-di-inggris-jepang-dan-negara-kita-indonesia-bagaimanakah-perbedaannya/
[4] Dr. James M. Lindsay adalah Senior Vice President at the Council on Foreign Relations dan co-author of America Unbound: The Bush Revolution in Foreign Policy
[5] Dalam buku Perbandingan Pendidikan karya Tadjab, negara Turki masuk dalam
kategori negara Islam modern.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar